Kualitas Prima:

Join AdClickXpress

Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan

22.5.09

PEMBANGUNAN INDUSTRI DAN KESEHATAN LINGKUNGAN (8-habis)

D. PENYAKIT YANG BERKAITAN DENGAN KESEHATAN LINGKUNGAN
Beberapa penyakit yang sering timbul akibat pembangunan industri yang perencanaanya kurang komprehensip, beberapa telah disinggung terdahulu antara lain adalah sbb:

1. Penyakit saluran pernafasan

   Penyakit gangguan saluran pernafasan dapat meningkat di masyarakat karena lingkungan pemukiman yang padat, dengan kualitas udara didalam ruangan yang kurang memenuhi persyaratan kesehatan seperti suhu, kelembaban udara yang kurang nyaman, debu udara rumah dan ruangan kerja yang melampaui baku mutu, pencemaran udara lingkungan pemukiman dan lingkungan kerja, selain karena faktor musim.
2. Penyakit saluran pencernaan
   Penyakit saluran pencernaan seperti diare, dapat meningkat dimasyarakat karena penyediaan air bersih yang belum memadai, kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat tingkat kontaminasinya masih tinggi, kepadatan serangga seperti lalat cukup tinggi, kebersihan individu yang masih rendah (kebersihan tangan ) serta kebiasaan makan dan minum diluar rumah.
3. Penyakit kulit dan selaput lendir
    Penyakit kulit dan selaput lendir dapat meningkat dimasyarakat karena penyediaan jumlah air bersih untuk kebutuhan sehari-hari yang masih kurang, kebersihan individu yang kurang, pencemaran sumber air bersih, pencemaran udara dan kebiasaan tidak sehat lainnya.
4. Penyakit sistem-sistem dalam tubuh (Sistem saraf, pembuluh darah, otot dan tulang, saluran kemih, hormon dan enzym, dan system lainnya)
   Penyakit ini erat kaitannya dengan pemajanan agent penyakit dengan dosis rendah dan dalam kurun waktu yang lama, oleh bahan yang cukup berbahaya dan beracun. Masuknya bahan tersebut kedalam tubuh manusia dapat melalui kulit dan selaput lendir, saluran pencernaan (melalui makanan dan minuman) dan saluran pernafasan. Dalam hal ini termasuk juga kejadian penyakit tumor atau kanker di masyarakat.
5. Kecelakaan transportasi
    Dengan bertambah padatnya penduduk, yang tidak diimbangi dengan pertambahan sarana transportasi, bertambah padatnya pemukiman, bertambahnya pekerja di industri maka akan dapat meningkatkan kejadian kecelakaan baik dirumah, di jalan dan ditempat kerja industri. Hal ini hendaknya diimbangi dengan pengembangan pelayanan kesehatan yang disesuaikan dengan perkembangan penyakit dimasyarakat yang sedang berkembang.
6. Penyakit gangguan mental dan kejiwaan
    Karena bertambahnya penduduk dengan kondisi lingkungan pisik, sosial, budaya, ekonomi dan politik yang semakin komplek, maka ketimpangan ini dapat berdampak pada gangguan mental atau goncangan jiwa bagi anggota masyarakat yang kurang mampu beradaptasi dengan tingkat perkembangan atau kemajuan yang terjadi.
7. Kriminalitas
    Makin pesatnya pembangunan, makin lebarnya tingkat perbedaan perekonomian masyarakat, maka akan mengundang terjadinya tindakan kriminalitas di masyarakat sebagai dampak sosial dari pembangunan industri dalam pengembangan wilayah.


16.1.09

PEMBANGUNAN INDUSTRI DAN KESEHATAN LINGKUNGAN (7)

6. Masalah kebersihan makanan dan minuman.
Pengembangan wilayah, pembangunan industri, pertambahan penduduk, semuanya sejalan dengan pertambahan pedagang makanan (informal dan formal). Dengan bertambahnya lapangan pekerjaan dengan pembangunan industri, dan waktu kerja 8 jam sehari serta pemukiman yang jauh dari tempat kerja atau industri, maka waktu makan siang ditempat kerja akan membuka lapangan pekerjaan bagi pedagang makanan seperti jasa boga, warung makan, restoran, pedagang kaki lima dan lain-lain. Telah diketahui secara umum bahwa tingkat pendidikan pengelola makanan tersebut masih rendah (kebanyakan setingkat SD), dan pengetahuan mengenai kebersihan makanan dan minuman juga masih kurang. Dapat pula pendirian usaha dibidang pengelolaan makanan ini, merupakan sebagai usaha sampingan atau sebagai katup perekonomian keluarga, tidak direncanakan atau dipersiapkan sebagai usaha yang professional.
Dapat dipastikan bahwa tenaga pengelola makanan tersebut belum memperoleh pengetahuan (melalui pelatihan atau kursus) yang memadai dalam pengelolaan makanan yang baik dan benar. Akibatnya adalah makin tingginya tingkat kontaminasi makanan yang diproduksi, yang akan dikonsumsi oleh tenaga kerja produktif diwilayah pengembangan dan pembangunan industri tersebut. Dampak lanjutannya adalah meningkatnya kejadian diare atau gangguan pencernaan diantara tenaga usia produktif tersebut, yang seyogyannya harus dilingdungi atau ditingkatkan derajat kesehatannya.
Sering terjadi bahwa tenaga kerja diindustri, penyediaan makanannya dilayani oleh suatu jasa boga. Seringnya jasa boga tersebut belum ada asosiasinya, sehingga belum mengetahui sepenuhnya bagaimana seyogyanya mengelola makanan untuk tenaga kerja di industri. Akibatnya sering terjadi kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan di industri. Dampak lanjutannya selain terhadap kesehatan pekerja, adalah kerugian perusahaan karena turunnya jumlah produksi perusahaan akibat banyaknya karyawan yang menderita sakit, serta biaya pengeluaran untuk pengobatan karyawan menjadi meningkat. Apabila hal ini sudah dapat diantisipasi sewaktu perencanaan pengembangan wilayah sekaligus dengan pembangunan industrinya niscaya masalah ini dapat diminimalkan atau dihindari kejadiannya.

7. Masalah buangan bahan berbahaya dan beracun.
Pembangunan industri sering dibarengi dengan dihasilkannya sampah buangan industri yang beruapa bahan beracun dan berbahaya. Maka pada pembangunan industri seyogyanya dibarengi dengan upaya pengelolaan atau pemusnahan bahan beracun berbahaya, sesuai dengan peraturan atau “Code of Practices” sesuai dengan jumlah dan jenis bahan berbahaya beracun yang dihasilkan tersebut. Bahan berbahaya dan beracun tersebut dapat berbentuk bahan buangan padat, cairan ataupun gas. Bila tidak demikian adanya niscaya bahan berbahaya beracun tersebut akan dapat mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat setempat.
Selanjutnya Klik Disini...!!!

22.11.08

PEMBANGUNAN INDUSTRI DAN KESEHATAN LINGKUNGAN (6)

4. Masalah pembuangan sampah padat dan pencemaran tanah dan air tanah.
Tidak kalah pentingnya adalah pengembangan sistem pelayanan pengelolaan sampah padat yang dihasilkan oleh wilayah yang dikembangkan termasuk pembangunan industri. Pengembangan perangkat keras dan lunak sistem pengelolaan sampah diwilayah ini hendaknya sejalan dengan tingkat pengembangan wilayah yang telah direncanakan atau telah terjadi termasuk pembangunan sektor industri. Jangan sampai setelah masalah pengelolaan sampah padat menjadi masalah, baru dipikirkan rencana pengembangan pengelolaan sampah diwilayah tersebut. Keadaan yang demikian kiranya sudah terlambat dan selanjutnya lebih sulit untuk pengembangan sistem pelayanan pengelolaan sampah diwilayah tersebut. Lebih-lebih lagi dengan adanya pembangunan industri didaerah yang akan dikembangkan.
Sampah padat industri, khususnya yang mengandung bahan beracun berbahaya, apabila pengelolaannya tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan, niscaya dikemudian hari akan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah dan air tanah, dilokasi dimana sampah beracun dan berbahaya ini dibuang. Penanggulangan pencemaran ini selanjutnya menjadi lebih komplek, karena pengelolaan sampahnya tidak dikembangkan bersamaan dengan pembangunan industri. Untuk itu pengelolaan sampah hendaknya direncanakan sejalan dengan rencana pembangunan industri. Pengelolaan sampah yang tidak saniter akan dapat berdampak pada kesehatan masyarakat berupa peningkatan kepadatan serangga penular penyakit dan binatang pengerat seperti lalat, nyamuk, lipas, dan tikus, serta pencemaran tanah dan air tanah.

5. Masalah pengawasan vektor penyakit (serangga dan binatang pengerat)
Dengan bertambahnya penduduk diwilayah yang dikembangkan termasuk dengan pembangunan industrinya, maka terjadi kepadatan penduduk yang makin meningkat. Pada keadaan yang demikian ini juga akan disertai dengan bertambahnya kepadatan serangga penular penyakit (lalat, nyamuk, lipas dan lain-lain) dan binatang pengerat seperti tikus. Oleh karena itu dalam pengembangan wilayah dengan pembangunan industrinya, diikut sertakan dengan sistem pengawasan serangga dan binatang pengerat penular penyakit. Jangan sampai nantinya setelah daerah tersebut berkembang dengan baik, namun kepadatan serangga dan binatang penular penyakitnya juga cukup tinggi kepadatannya. Keadaan ini mengancam akan sering terjadinya wabah penularan penyakit (seperti Demam berdarah dengue, penyakit diare, penyakit kaki gajah, malaria, penyakit kuning, pes dan lain-lain). Oleh karenanya seyogyanya dalam pembangunan industri diikut sertakan rencana pengembangan sistem pengawasan serangga dan binatang pengerat sebagai vector penular penyakit diwilayah yang dikembangkan, khususnya pembangunan di sektor industri.
Selanjutnya Klik Disini...!!!

16.11.08

PEMBANGUNAN INDUSTRI DAN KESEHATAN LINGKUNGAN (5)

1. Masalah pencemaran udara dan bising
Akibat dari pembangunan (khususnya pembangunan industri) yang diikuti dengan pembangunan daerah secara keseluruhan, maka akan dapat berdampak pada kualitas udara diwilayah pengembangan. Pada tahap permulaan akan terjadi penurunan kualitas udara, yang apabila dalam perencanaan pembangunan wilayah tidak diantisipasi akan kemungkinan terjadinya pencemaran udara dan bising, maka lambat atau cepat pengotoran udara akan menjurus pada keadaan pencemaran udara dan gangguan kebisingan. Lebih-lebih lagi bila daya dukung lingkungan kurang mendukung terhadap pencegahan pencemaran udara dan kebisingan diwilayah tersebut (seperti cuaca, angin, hujan, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain) maka pencemaran udara dan bising akan segera mengancam di wilayah pembangunan industri.
Sebagai sumber pencemaran udara dan bising dapat bersumber dari daerah pemukiman yang sudah berkembang lebih padat (dengan pembakaran bahan bakar untuk kegiatan sehari-hari), peningkatan sarana transportasi dengan pembakaran BBM, kemacetan lalul lintas dan lain-lain, peningkatan tempat-tempat pelayanan umum masyarakat sebagai sumber pencemaran udara. Dan terakhir yang tak kalah pentingnya adalah pencemaran udara yang bersumber dari industri, baik dari proses pembakaran bahan bakar ataupun dari proses produksi industrinya sendiri yang membuang sejumlah buangan keudara, baik dalam bentuk padat (debu), gas (gas buang) ataupun cairan (kimia ), ataupun buangan bersifat pisik, kimia, dan biologi. Hal ini akan dapat berdampak pada kesehatan masyarakat berupa gangguan penyakit saluran pernafasan dan sistem tubuh lainnya.

2. Masalah air (air minum dan air bersih)

Dengan adanya pertambahan penduduk yang paralel dengan tingkat pengembangan wilayah, maka pengembangan pelayanan air bersih hendaknya sejalan juga dengan rencana pengembangan wilayah, sesuai dengan tingkat pertambahan penduduk. Sehingga terjadi pemerataan dan keadilan dalam pelayanan air bersih. Jangan sampai tingkat pelayanan air bersih tertinggal dari pertambahan penduduk dan pemukiman. Penyediaan pelayanan air bersih hendaknya meliputi keempat lokasi penting yaitu untuk daerah pemukiman, transportasi, tempat umum dan tempat kerja atau industri. Penyediaan air bersih hendaknya selaras dengan perkembangan kebutuhan penduduk akan air bersih tersebut. Kelangkaan penyediaan air bersih akan berdampak pada kesehatan masyarakat berupa penyakit kulit bila kuantitas air yang kurang dan gangguan saluran pencernaan bila kualitas air yang tidak memenuhi syarat kesehatan..

3. Masalah pembuangan tinja dan air kotor (limbah cair) serta pencemaran air

Dengan bertambahnya penduduk sejalan dengan pengembangan wilayah, maka penduduk yang bertambah tersebut, menuntut adanya penyediaan fasilitas pembuangan tinja dan pembuangan air kotor yang memadai sesuai dengan tingkat pertambahan penduduk dan sejalan dengan rencana pengembangan wilayah. Jangan sampai terjadi fasilitas pelayanan pembuangan tinja dan air kotor dari sumber-sumbernya dimasyarakat tidak sesuai dengan pertambahan penduduk yang ada, akibat pengembangan wilayah tersebut. Menyelesaikan keadaan timpang ini jauh lebih sulit bila hal ini tidak direncanakan sesuai dengan rencana pengembangan wilayah, terutama pengembangan pembangunan industri, khususnya rencana pengelolaan limbah cair industri yang kadang-kadang sangat beracun dan berbahaya. Hal ini hendaknya direncanakan secara komprehensip bersamaan dengan rencana pembangunan industri dalam pengembangan wilayah. Bila hal ini tidak mendapatkan perhatian khusus niscaya dikemudian hari pencemaran badan air tidak dapat dicegah dan dihindari lagi. Dampaknya terhadap kesehatan masyarakat adalah gangguan penyakit kulit, selaput lendir, penyakit saluran pencernaan dan penyakit sistem tubuh lainnya.
Selanjutnya Klik Disini...!!!

12.11.08

PEMBANGUNAN INDUSTRI DAN KESEHATAN LINGKUNGAN (4)

2. Kepadatan Pemukiman
Setiap wilayah yang akan dikembangkan (khususnya pengembangan industri), hendaknya diikuti juga dengan perencanaan pengembangan sarana pemukiman, untuk menampung pertambahan penduduk dilokasi. Bila hal ini terabaikan, niscaya dikemudian hari akan berkembang masalah munculnya pemukiman yang tidak rencanakan, dengan kata lain akan bermunculan pemukiman padat atau kumuh perkotaan, dengan sarana pelayanan umum (penyediaan air bersih, jamban dan toilet umum, pelayanan pengelolaan sampah, pembuangan air kotor dan tinja dan lain-lain), yang minimal ditinjau dari kesehatan lingkungan.
Untuk mencegah terjadinya kepadatan pemukiman tersebut pemerintah daerah dalam rangka pengembangan wilayah dan pembangunan industri ini, seyogyanya diikuti dengan program pembangunan perumahan yang layak untuk dihuni atau yang memenuhi persyaratan kesehatan (dilengkapi dengan sarana sanitasi dan pelayanan umum lainnya).
Alternatif lainnya adalah pengembangan fasilitas atau pembangunan tempat pemondokan atau sarana kost dan kontrakan, dengan tetap memperhatikan persyaratan kesehatan termasuk sarana sanitasi dan penyehatan lingkungan lainnya.

3. Pelayanan Transportasi
Untuk mengantisipasi pergerakan penduduk harian khususnya pergerakan tenaga kerja, pemerintah daerah sejalan dengan rencana pengembangan wilayah dan pembangunan industri seyogyanya telah mengikutkan rencana pengembangan sistem transportasi (sarana dan fasilitas transportasi). Bila rencana pengembangan sarana transportasi ini tidak diantisipasi dengan baik, dapat diprediksi dikemudian hari diwilayah tersebut akan menghadapi masalah transportasi secara umum. Pengembangan transportasi meliputi pengembangan sistem transportasi, sarana alat angkutan umum dan pengembangan fasilitas jalan dengan segala kelengkapannya.
4. Tempat Tempat Umum
Pengembangan wilayah dengan konsekwensi pertambahan penduduk, dituntut dengan turut dikembangkannya sistem, sarana dan fasilitas pelayanan umum sebagai berikut:
Sarana pelayanan umum seperti pembangunan Sekolah, Tempat Ibadah, Fasilitas Kesehatan, sarana transportasi (stasiun dan lain-lain), sarana perekonomian dan lain-lain perlu direncanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sedang berkembangkan.
Fasilitas pelayanan umum lainnya juga perlu dikembangkan sejalan dengan rencana pengembangan wilayah dan pembangunan industri seperti fasilitas pelayanan listrik, airbersih/minum, telekomunikasi (TV, radio, media cetak), pelayanan pengelolaan sampah, pelayanan pembuangan air limbah dan fasilitas umum lainnya.
5. Tempat Kerja
Dan yang paling penting dalam pengembangan wilayah termasuk pembangunan sektor industri adalah mengenai pengembangan tempat kerja, baik tempat kerja resmi (formal), maupun tempat kerja belum/tidak resmi (informal). Kedua katagori ketenaga kerjaan ini dalam suatu pengembangan wilayah adalah saling terkait satu sama lain dan saling menunjang. Dan yang penting adalah perkiraan akan kebutuhan ketenagaan kerjaan (formal maupun informal) secara kualitas ataupun kuantitasnya, seimbang dengan rencana kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan rencana pengembangan wilayah dan pembangunan sektor industri. Antisipasi juga harus diupayakan agar tidak terjadi migrasi secara berlebihan (seperti di DKI Jakarta) atau sebaliknya kelangkaan tenaga terlatih sesuai dengan kebutuhan (dialami oleh beberapa negara maju).
Selanjutnya Klik Disini...!!!

5.11.08

PEMBANGUNAN INDUSTRI DAN KESEHATAN LINGKUNGAN (3)

C. MASALAH UMUM YG TERKAIT DENGAN KESEHATAN LINGKUNGAN

Masalah umum yang sudah pasti akan dihadapi oleh daerah ditinjau dari kesehatan lingkungan adalah sbb:
1. Pertambahan Penduduk
Jumlah dan pertambahan penduduk akan meningkat dalam suatu wilayah sejalan dengan rencana pengembangan wilayah tersebut. Pertambahan penduduk tersebut terjadi terutama dari tiga parameter kependudukan yaitu:
a. Pertumbuhan penduduk lokalPenduduk setempat diwilayah tersebut akan meningkat sebagaimana peningkatan alamiah penduduk setempat karena pengembangan wilayah. Hal ini terjadi karena pengembangan wilayah dan industri akan memberikan harapan hidup yang akan menjadi lebih maju dan lebih baik.
b. Perpindahan penduduk (migrasi)Setiap adanya upaya pengembangan suatu wilayah tertentu, maka untuk menunjang program pengembangan wilayah tersebut maka dibutuhkan sejumlah tenaga kerja, serta jenis tenaga kerja tertentu, sesuai dengan kualitas tenaga yang dibutuhkan oleh program pengembangan wilayah terdebut. Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya ini, bila sumber daya local belum dapat memenuhinya, maka tidak dapat dipungkiri akan terjadinya migrasi sumber daya potensial ke lokasi wilayah yang akan dikembangkan. Migrasi penduduk ini selain akan memenuhi kebutuhan tenaga untuk pengembangan industri, maka migrasi tenaga ini juga akan mengisi kebutuhan tenaga informal di wilayah yang akan dikembangkan. Pemenuhan tenaga formal tanpa diikuti dengan pengadaan tenaga informal sebagai tenaga pendukung pengembangan wilayah, kiranya kurang pas adanya. Jenis tenaga ini kebanyakan akan menetap dilokasi pengembangan wilayah selama lapangan pekerjaan diwilayah tersebut masih menjanjikan.
c. Keluar masuknya penduduk harian (mobilitas)Ada juga sejumlah tenaga kerja baik formal ataupun informal yang sehari-harinya keluar masuk di wilayah yang akan dikembangkan, atau tinggal sementara di lokasi yang wilayahnya sedang dalam pengembangan. Semua penduduk ini akan membutuhkan sarana pelayanan umum, seperti akomodasi, transportasi, konsumsi, yang seyogyanya tersedia dilokasi pengembangan wilayah, agar pengembangan wilayah dapat berjalan secara seimbang dan serasi.
Selanjutnya Klik Disini...!!!

30.10.08

PEMBANGUNAN INDUSTRI DAN KESEHATAN LINGKUNGAN (2)

B. PEMBANGUNAN INDUSTRI1. Pengembangan wilayah Setiap daerah akan mengembangkan atau sudah memiliki rencana pengembangan wilayahnya untuk jangka waktu tertentu (jangka panjang atau jangka menengah). Dalam rencana pengembangan wilayah ini akan tersurat rencana pengembangan sektor industri diwilayah tersebut. Dalam pengembangan sector industri ini hendaknya sudah jelas dalam pengembangan wilayah, mengenai lokasi, jumlah dan jenis industri yang akan dikembangkan, termasuk dengan luas wilayah yang akan di alokasikan untuk pengembangan industri tersebut. Hal ini penting, karena faktor tersebut yang akan memberi dampak terhadap pengembangan wilayah tersebut selanjutnya.

2. Pembangunan industri Salah satu sektor harapan, yang akan dapat memberikan kemajuan dalam pengembangan suatu daerah antara lain adalah pengembangan sektor industri. Dalam pengembangan sektor industri dalam suatu daerah, seyogyanya pemerintah daerah sudah memiliki konsep pengembangan industri yang mantap (komprehensif) mulai dari perijinan sampai operasionalnya, jumlah dan jenis industri, kapasitas industri, termasuk juga dalam penanganan bahan buangan industri yang akan dapat berdampak pada kesehatan lingkungan masyarakat diwilayah pengembangan tersebut. Dalam pengembangan wilayah ini, termasuk pembangunan dibidang industri beserta pengaruhnya terhadap kesehatan lingkungan diwilayah tersebut, sudah pasti akan terkait dengan ketersediaan anggaran pendapatan dan belanja daerah, sebagai sumber pembiayaan pengembangan wilayah tersebut, termasuk upaya mengatasi dampak yang terjadi.
 3. Pembangunan sarana dan prasarana (infrastruktur)Dalam pengembangan suatu wilayah, termasuk pengembangan sektor industri, tidak terlepas dari pengembangan sarana dan prasarana yang terkait dengan pengembangan wilayah dan industri tersebut. Seperti pengembangan sarana transportasi, sarana komunikasi, sarana listrik, penyediaan tenaga kerja, dan sarana perekonomian lainnya, termasuk sarana pelayanan atau fasilitas umum lainnya seperti sekolah, tempat ibadah, sarana kesehatan dan lain sebagainya. Pengadaan sarana umum ini hendaknya sejalan dengan rencana pengembangan wilayah dan pembangunan industri.
Selanjutnya Klik Disini...!!!

PEMBANGUNAN INDUSTRI DAN KESEHATAN LINGKUNGAN (1)

A. PENDAHULUAN
Garis-garis Besar Haluan Negara 1999 – 2004, menetapkan arahan kebijaksanaan dalam pembangunan industri adalah mengembangkan industri kecil dan kerajinan rakyat, pengusaha kecil, menengah dan koperasi, mengembangkan industri, perdagangan dan investasi untuk meningkatkan persaingan global. Sedangkan pembangunan dibidang kesehatan diarahkan untuk meningkatkan sumber daya manusia dan lingkungan yang saling mendukung dengan pendekatan paradigma sehat. Meningkatkan kesehatan, pencegahan, penyembuhan, pemulihan dan rehabilitasi serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Dalam pembangunan daerah, diarahkan pengembangan otonomi daerah secara luas, nyata dan bertanggung jawab dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mempercepat pembangunan ekonomi daerah termasuk perdesaan. Mewujudkan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah secara adil.
Pembangunan dibidang Kesehatan dalam Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010, menentukan beberapa program pokok antara lain adalah pokok program Lingkungan Sehat. Program ini bertujuan untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang sehat, serta kemauan dan kemampuan individu, keluarga, masyarakat dan pemerintah dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan kesehatan.
Dalam penjabaran pokok program lingkungan sehat ini, diprogramkan tentang wilayah dan kawasan sehat, aman, nyaman bagi warganya melalui peningkatan kualitas lingkungan pisik, social, budaya secara optimal. Termasuk juga program kesehatan dan keselamatan kerja, untuk meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan di tempat kerja, perkantoran dan industri dan masyarakat sekitar dapat terhindar dari penyakit akibat kerja, kecelakaan dan pencemeran lingkungan. Juga diprogramkan mengenai hygiene dan sanitasi tempat tempat umum untuk meningkatkan kualitas lingkungan tempat umum yang memenuhi persyaratan kesehatan. Termasuk disini adalah program pemukiman, perumahan dan bangunan sehat agar memenuhi persyaratan kesehatan bagi masyarakat penghuninya.
Dalam pelaksanaan pembangunan ini, daerah disatu pihak merencanakan pengembangan wilayah termasuk pembangunan industri, sedangkan dipihak lain wilayah juga hendaknya memikirkan rencana ikutan yang seyogyanya turut dikembangkan, tentang dampak sampingan dari rencana pengembangan wilayah tersebut, antara lain adalah tentang dampak kesehatan lingkungan dari pengembangan wilayah termasuk pembangunan industri.
Urain berikut mencoba mengkaitkan program pembangunan dibidang industri dengan pengaruhnya terhadap kesehatan lingkungan pada suatu wilayah.
Selanjutnya Klik Disini...!!!